Jumat, 28 Februari 2020

Ini Dia Contoh Surat Pengunduran Diri Karyawan Kontrak

Sebagai seorang karyawan kita memiliki hak untuk mengundurkan diri atau resign dari perusahaan, organisasi atau lembaga tempat kita bekerja. Baik sebagai karyawan kontrak atau karyawan tetap.

Membuat surat pengunduran diri bagi karyawan yang hendak resign termasuk hal wajib. Walaupun Anda tidak termasuk karyawan tetap.

Namun, walaupun begitu tetap saja ada hal yang harus Anda perhatikan ketika akan mengundurkan diri dari perusahaan. Selain berbicara terlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan, Anda juga harus membuat contoh surat pengunduran diri.

Nah, di artikel kali ini saya akan memberikan contoh khusus untuk para pekerja atau karyawan kontrak yang ingin mengundurkan diri dari perusahaan.

Untuk lebih jelasnya berikut ini saya berikan beberapa contoh surat pengunduran diri karyawan kontrak, baik yang sudah habis masa kontraknya atau bahkan yang belum habis masa kontraknya.

Contoh Surat Pengunduran Diri Karyawan Kontrak


Nah, bagi Anda yang ingin membuat surat pengunduran diri karyawan kontrak berikut ini akan saya berikan 2 contoh surat pengunduran diri karyawan kontrak yang sudah habis masa kontraknya atau yang belum habis masa kontraknya. Simak yuk!

Surat Pengunduran Diri Karyawan Kontrak (Habis Masa Kontrak)


Bandung, 22 Februari 2020
Kepada Yth.
Kepala Bagian Keuangan dan Akuntansi
PT Sinar Jaya Terang
Di tempat

Dengan hormat bersama dengan surat ini, Saya ingin menyampaikan bahwa saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                           : Raihan Putra Kusuma
Tempat, tgl. lahir      : Surabaya, 22 Maret1991
Jabatan                       : Staff Keuangan dan Akuntansi
Departemen               : Keuangan dan Akuntansi
Bekerja sejak             : 2012
Bermaksud mengajukan permohonan mengundurkan diri dari PT Sinar Jaya Terang. Adapun alasan saya mengundurkan diri adalah karena sesuai dengan masa kontrak kerja saya sudah habis terhitung sejak tanggal 25 Februari 2020. Saya menyampaikan terimakasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Ibu/Bapak Pimpinan, serta segenap direksi dan karyawan PT Sinar Jaya Terang.
Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan benar dan tanpa paksaan. Atas segala kekurangan, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Hormat saya,
Raihan Putra Kusuma
Surat Pengunduran Diri Karyawan Kontrak (Belum Habis Masa Kontrak)
Sedangkan untuk Anda yang karyawan yang ingin mengundurkan diri namun belum habis masa kontrak dengan perusahaan. Anda bisa ikuti contoh surat pengunduran diri karyawan kontrak sebagai berikut.

Bandung, 22 Februari 2020

Kepada Yth.
Kepala Bagian Keuangan dan Akuntansi
PT Sinar Jaya Terang
Di tempat

Dengan hormat bersama dengan surat ini, Saya ingin menyampaikan bahwa saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama                           : Raihan Putra Kusuma
Tempat, tgl. lahir      : Surabaya, 22 Maret1991
Jabatan                       : Staff Keuangan dan Akuntansi
Departemen               : Keuangan dan Akuntansi
Bekerja sejak             : 2012

Bermaksud mengajukan permohonan mengundurkan diri dari PT Sinar Jaya Terang. Adapun alasan saya mengundurkan diri adalah karena harus pindah rumah ke Bengkulu. Berkaitan dengan pengunduran diri saya sebelum habis masa kontrak, saya serahkan sepenuhnya kepada kebijakan pihak perusahaan. Dengan ini saya siap menerima konsekuensi apapun yang ditetapkan perusahaan atas pengunduran diri saya.


Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan benar dan tanpa paksaan. Atas segala kekurangan, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

Hormat saya,





Raihan Putra Kusuma

Nah, itu dia beberapa contoh surat pengunduran diri karyawan kontrak baik yang sudah habis masa kontraknya atau bahkan yang belum habis masa kontraknya. Semoga bermanfaat dan bisa Anda jadikan referensi terbaik. Terimakasih.

Label: ,

Selasa, 07 Januari 2020

Tanda Alasan Berhenti Kerja

1 Perusahaan Tidak Menyampaikan Jenjang Karier yang Jelas

Ada saatnya perusahaan memberi tahap karir yang sungguh ada karena ada demikian banyak posisi dengan dapat ditempati sambil seseorang karyawan nun sudah lama hidup serta diangkat jadi pegawai tetap. Tetapi ada perusahaan, ataupun bentuk pekerjaan, yang sesungguhnya memberi taraf karier terang, akan tetapi kurun waktu yang amat lama.

Umpamanya, dalam susunan kerja satu media cetak, tara karir cuma sekutil, dari mulai wartawati sampai pemimpin redaksi hanya beberapa sepak-terjang saja. Walau sedianya jumlah wartawan sedang banyak. Untuk lantas menjadi pemimpin sidang pengarang memanglah diperlukan tatkala yang amat lelet, itupun mesti singkirkan wartawan yang lain. Tak hanya itu ada pula perusahaan dengan tahap kariernya bukan terang. Umpamanya, lantaran miliki rekanan secara pimpinan, seseorang orang upahan yang barusan diangkat udah mempunyai wewenang besar disana sini. Sedang mereka nun bekerja beberapa desimal tahun masihlah sekadar tempati posisi yang serupa.

2. Budaya Sikap Perusahaan yang Tidak Tenteram untuk Diikuti

Pikiran kerja ini bukanlah hal yang ringan untuk dipikirkan. Bagaimanapun budaya kerja yang baik bakal menghasilkan kwalitas kerja produsen yang baik saja. Budaya kerja tersebut meliputi bagaimana kongsi memberi sebagian ketentuan kerja untuk karyawannya, bagaimana tipe kepemimpinan yang dikerjakan sama seseorang atasan di dalam anak buahnya, datang bagaimana pihak perusahaan mengkomunikasikan beberapa taktik perlu perusahaan pada beberapa karyawannya.

Segala hal itu mempunyai pengaruh nyata di kualitas kerja karyawannya. Umpamanya, seseorang penasihat yang berikan tujuan anak buahnya guna bekerja lebih rusuh jelas bakal memicu kualitas pekerjaan dengan tambah baik daripada pada seseorang pembesar yang cuma bisa memerintah-apalagi dengan lumayan marah. Pasalnya, pikiran kerja ini tak pula di ciptakan oleh seseorang karyawan, akan tetapi oleh susunan sikap perusahaan tersebut. Oleh karena itu apabila ini dipergunakan sebagai argumen, sangat mungkin bakal di tiru.

3. Gambaran Telatah Tidak Sesuai sama Kontrak atau Tip Gaji

Saat asal masuk bekerja, kamu umumnya disuruh untuk menandatangi kontrak. Prasetia itu diisi konsekwensi untuk menaati komitmen sebagai karyawan industri, serta masalah wajah pekerjaan anda. Wasiat itu dikerjakan di atas selembar materai, ini artinya pada dikau serta perusahaan udah mempunyai hubungan pedoman yang pasti.

Walau demikian kerapkali perusahaan memuatkan pekerjaan yang lebih dari dari apa nun udah disetujui di kesepakatan dimuka. Tampaknya jadi tidak permasalahan saat perusahaan penghujung memberi kompensasi upah lebih lantaran anda kerjakan hal diluar tanggung jawab anda, tapi bagaimana bila total kompensasi itu tidak sepadan dengan ketika serta usaha muluk yang sudah kamu sempatkan karenanya? Sungguh ada saja ini oleh sebab itu persoalan sendiri yang layak jadikan alasan untuk keluar dibanding pekerjaan.

4. Mengagak-agakkan Mengembangkan Usaha Swasembada

Dapat dapat dianggap ini menjadi tanda resign yang tepat dan ampuh buat berhenti bekerja dari perusahaan. Tujuannya, ini yaitu argumen dengan masihlah etis disampaikan oleh seseorang nun sudah bekerja, rumpang tambah baik ketimbang alasan geser berlaku pada perusahaan beda yang tawarkan bayaran semakin besar. Bukan hanya lebih sesuai, alasan ini bakal bikin anda masihlah dapat mempunyai pola profesional yang bagus dengan bebrapa soal kerja anda.

Sesuatu yang butuh dalam perhatikan dari argumen ini ada ganda hal. Pertama, jikalau perusahaan masihlah sungguh memerlukan anda, tersedia peluang mereka benih memberi tawaran kepesatan upah yang kadang kala memanglah kerap mengkritik kemauan anda. Ke 2, beralih haluan daripada karyawan jadi juragan yaitu satu tolakan sendiri, budaya kerja yang anda punyai berzaman-zaman jadi karyawan siap jadi tantangan ukuran yang perlu dikau taklukkan.

5. Bakal Melanjutkan Sekolah

Kausa untuk resign yang selanjutnya yaitu ‘akan melanjutkan sekolah’. Benih, hampir setiap kongsi pasti tidak sosok menahan-nahan seseorang karyawan yang mengundurkan diri pencetus alasan itu. Kok? Pertama, lantaran dapat pendidikan yaitu wewenang untuk tiap khalayak. Kedua, meneruskan bersekolah yaitu bentuk penjelasan kemampuan serta pembawaan untuk seorang dengan malah dapat dipakai oleh satu perusahaan.

Umumnya perusahaan bakal menerangkan apabila orang upahan itu sudah menamatkan sekolahnya, mereka dapat kembali memasukkan permohonan pada perusahaan itu serta meletakkannya di dalam posisi yang serasi sama pengalaman juga tahap pendidikannya. Tetapi yang butuh pada pastikan dari dalih ini yaitu anda betul-betul mempunyai penentuan yang anda raih beserta pilih berhenti bekerja serta meneruskan maktab. Banyak masalah menyiarkan sekolah yaitu pelarian dari pekerjaan nun berat atau menjijikkan.

6. Anda serta Keluarga Bakal Silih Rumah

Banyak yang menyampaikan ini yakni argumen klasik. Walaupun klasik, argumen itu umumnya tidak benih tidak diterima sambil satu perusahaan. Bagaimanapun tempat tempat tinggal, terlebih bila anda udah berkeluarga, bakal besar diperhitungkan untuk hidup. Bekerja ditempat dengan jauh bakal menyampaikan kesusahan sendiri, menyimpangkan tidak dari bingkai saat serta upah untuk mobilisasi dibanding tempat tinggal menuju pangkalan serta demikian meskipun.

Mungkin untuk di kota-kota besar sebagaimana Jakarta, rumah nun jauh rasa-rasanya tak senantiasa jadi persoalan. Umpamanya kantor dalam Jakarta, namun cuma di Depok, Pamulang, serta kota-kota mungkin Jakarta. Hal setaraf itu tidak oleh karena itu permasalahan asal merekam kompensasi yang besar dari usahanya sekaligus besar itu, umpamanya, upah yang memanglah tinggi. Tetapi asalkan tidak bisa tip yang semakin gede, umumnya karyawan memanglah pilih mundur.
tujuh. Pindah Profesi yang Lebih Sesuai tentu Pendidikan serta Persetujuan

Mungkin argumen tersebut tidak dapat sinambung di terima dengan baik oleh industri lama ataupun kongsi baru. Hal setara ini memperlihatkan kamu alami kebosanan pada profesi, maupun dikau dinilai sudah lupa untuk memutuskan dari pertama. Akan tetapi, bagaimanapun ini yaitu sidik anda sebagai seseorang yang mau merangsangkan diri.

Terlebih apabila profesi yang anda olok-olokan sesudah ini memanglah sesuai sama perhatian anda serta pertimbangan pendidikan anda. Ini sekurang-kurangnya memberi nilai bertambah lantaran anda udah mempunyai pengetahuan prima dari profesi pertama yang akan anda tekuni. Tantangannya barangkali sama juga secara poin ke 4, lantaran anda sosok temukan situasi komitmen yang tidak sama, kaum pekerjaan yang tidak kolektif, dan kenikmatan yang bukan sama saat kamu beralih profesi.

8. Mempunyai serta Mendidik Anak

Alasan menongol kerja yang homo ini umumnya digunakan oleh perempuan dengan belum lama naik ke pelaminan. Hal ini bisa umumnya dimaklumi sama satu perusahaan. Bagaimanapun, bekerja dalam stan hamil itu udah adalah sebuah tentangan tersendiri. Terlebih guna beberapa jenis tingkah laku yang memerlukan sikap lapangan atau design yang baik. Waktu ini juga beberapa permulaan muda seringkali untuk memberi waktunya super pada anaknya terbit masihl bayi mencapai berbatas berumur beberapa th.

Mereka malas buat menitipkannnya pada pelatih bayi lantaran bermacam2 argumen tertentu. Namun bukanlah memiliki maksud selama-lamanya mereka segera tidak bekerja. Lazimnya ibu muda tersebut mengundurkan diri untuk kurang lebih saat sampai bani udah dapat ditinggal ditempat pentitipan, day care, maupun diasuh oleh seseorang hamba, lantas mereka memungut keputusan untuk meleset bekerja.

9. Menelaah Tantangan yang Pertama

Mungkin ini ialah argumen yang taksiran tidak terang. Mengapa? Lantaran tantangan ini yaitu pandangan di satu pekerjaan, padahal tiap orang siap mempunyai pandangan yang tak sama pada unik hal yang mengamati dirinya itu. Terdapat orang yang ditantang untuk bekerja pada lapangan lantaran mencita-citakan kekuatan fisik nun relatif tambah indah.

Ada pula orang2 yang ditantang guna bekerja sepanjang perian di kantor penyebab memerlukan konsentrasi dan mental yang semampai untuk menghindari bangun dari kebosanan.

10. Besaran Upah yang tak Sesuai sama Tujuan

Tak jarang orang-orang memiliki alasan resign mendadak dikarenakan upah yang diterima bukan sebanding dengan kebutuhannya. Upah menjadi problem dari satu telatah, walau tidak sinambung jadi yang mengelokkan utama. Pemilihan total upah ini bermacam-macam macam. Dapat terkulai tempat pekerjaan, patokan pemerintah, berat kecilnya tanggung jawab seseorang produsen, lamanya dia berlaku, sampai reputasi daripada perusahaan tersebut. Taktik yang kerap dikenal sebagai orang yaitu “kecil atau besar, bayaran tidak bakal tahu cukup. ”

Akan tetapi bila ada yang menawarkan semakin raksasa dengan kriteria dengan lebih kurang sama, mengapa tidak mengambil peluang itu? Minimum terdapat hal-hal lain nun dapat kita kerjakan dengan pendapatan yang semakin besar, umpamanya, kita lebih senggang untuk berinvestasi beserta semakin besar di dalam beberapa produk per-ekonomian.

Itu tadi alasan untuk mengundurkan diri dibanding pekerjaan. Amat demi untuk membuat kausa resign yang jelas, dengan keterangan dengan lebih masuk akal juga memperlihatkan kalau dikau yaitu seseorang nun mau senantiasa maju.

Label:

Selasa, 10 Desember 2019

Langkah Membuat Surat Resmi beserta Gambar:

Surat resmi umumnya banyak digunakan untuk maksud instansi, persekutuan, keperluan jawatan, atau rencana antar perusahaan. Meski sangat surat resmi tidak mesti selalu terbuat oleh group, bisa juga dibuat oleh individu. Contoh surat formal yang disusun oleh jiwa adalah surat lamaran komitmen, atau surah pengunduran bangun dimana langkah penulisan tembusan tersebut mempergunakan format surat resmi nun berlaku serta bahasa yang digunakan ialah bahasa Nusantara yang indah dan sahih. Surat tersebut dibuat di berbagai kegiatan resmi seperti di maktab, dinas maupun di bervariasi instansi permerintahan sebuah negara.

Pada gugus kalimat di atas dapat diambil kesimpulan kalau surat sah merupakan surah yang digunakan dalam bermacam-macam urusan resmi baik dengan personal, pejabat atau perkumpulan. Surat formal biasanya dibuat untuk menyuntikkan informasi tertulis oleh wahid pihak di pihak lainnya. Fungsi dibanding surat sah biasanya mencaplok lima sesuatu berikut. Serupa sarana tanda, buah paham, permintaan, motif serta untuk pedoman sikap.

Meski waktu ini sudah rongak digunakan dalam komunikasi perseorangan karena telah tergantikan beserta berbagai prasarana lain dengan lebih segar. Tetapi guna kegiatan nun bersifat konvensional tentu diperlukan komunikasi via surat, olehkarena itu bila menggunakan ponsel pasti terlihat bukan profesional oleh karena itu akan ditolak. Lalu bagaimana bila tidak bisa memproduksi surat resmi? Tenang saja kami bakal memberikan trik membuat tembusan resmi pasti dengan kalau. Jadi mengucapkan sampai rampung ya.

Langkah Membuat Surah Resmi


Trik Membuat Tembusan Resmi

Sehabis mengetahui takrif dan maslahat surat formal sekarang saatnya masuk pada langkah-langkah menghasilkan surat sah yang baik dan benar. Surat resmi yang bagus tentu wajib memenuhi wasiat dan juga patokan baku yang telah dibuat. Berikut ciri-ciri dari surat formal yang indah.

Surat sah yang baik bila diluncurkan oleh suatu organisasi biasanya menggunakan tajuk surat.
Tersedia nomor pabrikasi surat, sambungan dan juga tentang dibuatnya surat tersebut.
Mempergunakan ragam kaidah resmi yang berlaku pada negara tersebut.
Dibuka dan ditutup dengan menggunakan selamat yang biasa digunakan sambil kebanyakan orang.
Salah satu usulan diakui ataupun tidaknya surah resmi adalah adanya simbol atau tanda dari pembahasan yang memunculkan surat itu. Bila tiada cap, oleh karena itu surat ini akan diragukan keasliannya.

Bagian-bagian yang Terdapat Pada Surat Resmi

Sesi Surat Formal
sumber Foto: skipnesia. com

Dalam membuat surat resmi harus menjalankan peraturan asas yang sudah biasa ada. Beserta begitu tembusan yang telah terbuat bisa sampai oleh seluruh kalangan. Berdasar pada garis besar pada sebuah surat biasanya memiliki format layaknya bagian perintis, isi surah dan final adalah puncak. Berikut ialah bagian daripada surat formal.
Kepala atau Kop Surah

Dalam menyalut surat sah, keberadaan titel surat sangatlah penting. Ada nya kop tembusan menunjukan dibanding lembaga mana surat tersebut berasal. Eksistensi kop surat merupakan uni penegasan jika surat dengan dikeluarkan itu merupakan surah resmi dari lembaga maupun perusahaan nun mengeluarkan tembusan. Dalam satu kop surat setidaknya harus memiliki 5 bagian biar orang yang menerima surah mengetahui pokok surat berdasar pada jelas. Kelima bagian kop surat ini adalah serupa berikut.

Identitas lembaga, instansi atau industri.
Alamat Nyata perusahaan, lembaga atau kantor.
Kontak dengan bisa dihubungi seperti no telpon, fak atau email.
 Kode Kedudukan
Logo daripada lembaga, kongsi, atau pejabat.

Tidak semata kop tembusan menyertakan kelima bagian di atas karena berbagai kausa. Sedangkan untuk penulisannya lazimnya menggunakan karakter kapital nun diperbesar & dipertebal. Guna penulisan tajuk surat lazimnya menggunakan peras tengah, akan tetapi terkadang terdapat juga yang menggunakan papar kiri ataupun kanan.
Nomer Surat

Tiruan Penulisan Nomor Surat Sah
Sumber Pelan: slideshare. net

Nomor surat pada surah resmi merupakan salah satu potongan yang mempunyai fungsi amat penting. Di bagian ini tak bisa disusun sembarangan, sebab setiap kepribadian yang ada pada nomer surat resmi memiliki terjemahan dan maksud. Orang yang sudah lama bergerak dalam tembusan menyurat tetap sudah mengetahui benar gimana tata cara penulisan nomor surat dengan bagus dan betul. Lalu sungguh orang dengan baru mencari ilmu? Bagaimana menyarikan nomor surah? Berikut penjelasannya.

Pada tembusan resmi tersedia beberapa sesi seperti nomor surat, logat surat dan bulan serta tahun penggarapan. Semua bagian tersebut punya fungsi nun sangat berarti untuk potongan kearsipan. Di setiap lembaga publik untuk memproduksi kode swasembada dalam no surat. Lalu contoh nomer surat dan pembahasannya.

No: A. 001/Pan-Pel/AKB/I/2015

A = Merupakan kode surat privat (bisa dimanfaatkan untuk undangan anggota, atau surat apa pun yang berselok-belok dengan institusi atau perusahaan) Sedangkan sinyal “B” mampu digunakan buat pihak perantau lembaga.

001 = Nomer ini adalah nomor semarak surat yang dikeluarkan. Pemisalan untuk surat pertama yang dikeluarkan sama lembaga, berbeda dengan untuk surah kedua bisa menggunakan logat “002”.

Pan-Pel = Mempunyai Panitia Pendidik (jika tembusan itu luar biasa untuk sebuah kepanitiaan kalender / pelaksanaan. Bila sesi yang ini bisa tersedia dan dapat ditiadakan. Logat jenis itu umumnya terdapat: Kongres; Musda; Rapat; Prop; dan sebagainya

AKB = Sifat organisasi atau institusi

I = Kalendar dibuatnya surat. Yang berguna bulan mula-mula menggunakan poin romawi.

2015 = Th surat ini di keluarkan.
Lokasi dan Tercecer Surat

Teritori dan tanggal surat ialah keterangan dengan menjelaskan zona serta masa ditulisnya surah tersebut. Akan tetapi apabila tempat penulisan tembusan sudah dinyatakan pada titel surat, oleh sebab itu dalam taktik ini bukan perlu ditulis kembali, sedang tangganya aja. Lokasi penulisan tempat & tanggal surat biasanya berpunya di sudut kanan kepada sejajar secara nomor surah. Nama tempat biasanya ditulis mendahului gugur surat. Penulisan nama lokasi dan tercecer dipisah beserta tanda koma dan diakhiri dengan kode titik. Suri: Bandung, 17 Agustus 2015.
Lampiran Tembusan

Lampiran tembusan merupakan unik dokumen sambungan yang dalam lampirkan pada dokumen yang utama. Lampiran umumnya berisi akta pendukung nun menguatkan sertifikat utama sebagaimana foto kesigapan, laporan per-ekonomian lebih mendetail dan beda sebagainya.
Petunjuk Surat

Jumlah yang tidak begitu memperhatikan penulisan alamat surat, sehingga jumlah terjadi kekhilafan dalam penulisannya, khususnya di menulis alamat dalam surah resmi. Bersama-sama adalah hal-hal yang mesti diperhatikan dalam menulis petunjuk surat.

Isyarat surat lazim terdapat di dua teritori yaitu pada bagian bungkus dan di awal tembusan.
Alamat surat yang ditulis pada bagian sarung harus bermutu alamat nyata. sedangkan guna alamat yang ditulis pada bagian surat biasanya tidak selengkap alamat dengan ditulis dalam sampul.
Pemanfaatan kata “kepada” tidak patut digunakan olehkarena itu sia-sia.
 Perintah “Yang Terhormat” bisa disingkat dengan “Yth”
Penulisan identitas seperti permulaan, bapak maupun Sdr/Sdri perlu digunakan apabila diikuti dengan nama orang2.
Kata “Jalan” tidak butuh disingkat, serta penulisan isyarat tidak demi diakhiri secara tanda titis.

Salam Perintis dan Penutup

Penulisan salam sebaiknya memakai kata-kata lazim yang konvensional digunakan pada percakapan formal seperti tabik sejahtera, ataupun kalau homo keyakinan mampu menggunakan selamat yang diajarkan oleh keyakinan masing-masing. Penulisan salam di dalam surat sah biasanya diakhiri dengan sastra koma.
Kapasitas Surat

Ini lah bagian dasar dari satu buah surat. Pati surat lazimnya di was-was pada sentral surat nun berisi mengenai penjelasan penentuan dan wujud dari satu surat. Tersebut surat yang baik merupakan yang mempergunakan bahasa patokan serta kalimat yang singkat dan barang-kali untuk dimengerti oleh penerima surat. Penetapan kalimat juga kata dengan digunakan pula merupakan sisi penting dibanding isi surah resmi.
Selesai surat

Puncak surat wajib menggunakan perkataan yang indah dan sahih. Berikut kurang lebih contoh kata2x penutup nun biasanya dipakai dalam tembusan resmi.

Demikian agar sebagai maklum, bagi perhatian serta kerja samanya kami kasihkan terima kasih.
Demikian agar menjadi maklum, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Demikian agar jadi maklum, kepada perhatian juga kerja sama Belahan kami katakan terima kasih.
Demikian agar sebagai maklum, bagi perhatian Dulur kami utarakan terima kasih.

Selain itu di bagian penutup umumnya juga pada lengkapi beserta jabatan, identitas dan NIK, dan juga tempat tangan orang-orang yang menghasilkan surat. Disamping itu saja adanya tindasan surat, terhadap siapa sekadar surat tersebut ditujukan di satu pembahasan tersebut.

Label:

Jumat, 04 Juli 2014

FREE ( KEBEBASAN )

PENGERTIAN KEBEBASAN

Ada banyak pengertian ‘kebebasan’ dan pengertian yang paling sederhana dan klasik adalah ‘tidak adanya larangan.’ Meskipun demikian, konsep dasar ‘kebebasan’ juga harus memperhatikan ‘tidak adanya intervensi’ dari kebebasan yang telah dilakukan tersebut terhadap kebebasan orang lain. Jadi ada dua kebebasan yang seimbang, yakni bebas untuk melakukan dan bebas untuk tidak diintervensi oleh tindakan tersebut.

Didalam konteks hubungan antara pemerintah dan warga negara, kebebasan ini lebih menekankan pada tidak adanya intervensi atau larangan dari negara terhadap kebebasan warga negaranya. Kebebasan warga negara tidak boleh diintervensi baik oleh kebijakan yang diambil oleh pemerintah maupun produk perundang-undangan sekalipun. Praktik-praktik yang mengandung unsur ‘intervensi’ terhadap kebebasan individu harus memperhatikan asas proporsionalitas untuk menghindari praktik-praktik yang diskriminatif. Oleh karena itu, kebebasan untuk memiliki semua hak yang telah diatur didalam hak asasi manusia harus diberikan oleh negara kepada semua individu yang ada didalam wilayah kedaulatannya.

Lebih jauh, Kamus John Kersey mengartikan bahwa ‘kebebasan’ adalah sebagai ‘kemerdekaan, meninggalkan atau bebas meninggalkan.’ Artinya, semua orang bebas untuk tidak melakukan atau melakukan suatu hal. Pengertian yang lebih banyak memiliki unsur-unsur hukum bisa dilihat dari definisi ‘kebebasan’ dari Kamus Hukum Black. Menurut Black, ‘kebebasan’ diartikan sebagai sebuah kemerdekaan dari semua bentuk-bentuk larangan kecuali larangan yang telah diatur didalam undang-undang. Kesimpulannya adalah manusia mempunyai hak untuk bebas selama hak-hak tersebut tidak bertentangan dengan larangan yang ada didalam hukum. Berkaitan dengan pendapat sebelumnya bahwa larangan atau intervensi hanya boleh dilakukan dengan memperhatikan asas proporsionalitas dan non diskriminasi.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut diatas, kebebasan didalam hak asasi manusia adalah kebebasan untuk meninggalkan atau mengerjakan sesuatu hal seperti yang telah diatur didalam instrumen-instrumen internasional tentang hak asasi manusia. Dalam kaitannya dengan kebebasan beragama, setiap individu mempunyai kebebasan seperti yang diatur didalam instrumen internasional seperti hak untuk menganut, berpindah, mempertahankan atau tidak memeluk suatu keyakinan apapun seperti yang telah diatur didalam instrumen internasional tentang hak atas kebebasan beragama.

Memang kebebasan manusia harus diatur didalam perundang-undangan. Tetapi jika ternyata sebuah produk perundang-undangan tersebut mengandung intervensi yang diskriminatif, maka selayaknya perundang-undangan itu tidak bisa diterapkan. Ini dikarenakan dimensi kebebasan tersebut akan terbatasi oleh peraturan-peraturan yang bisa menghilangkan kebebasan manusia.

Isaiah Berlin membedakaan ‘kebebasan’ dalam dua bentuk, yaitu kebebasan dalam bentuk yang positif dan kebebasan dalam bentuk yang negatif. Kebebasan dalam bentuk yang positif artinya ‘apa atau siapa’ yang bertindak sebagai sumber hukum, yang bisa menentukan seseorang untuk menjadi, melakukan atau mendapatkan sesuatu ‘kebebasan.’ Sedangkan kebebasan dalam bentuknya yang negatif bersinggungan dengan ruang lingkup dimana seseorang harus dihormati atau dilindungi untuk menjadi atau melakukan sesuatu seperti yang dikehendakinya tanpa ada paksaan atau larangan dari pihak lain. Kebebasan dalam arti yang negatif ini sesuai dengan pengertian kebebasan dari Kamus Kersey sedangkan kebebasan dalam bentuknya yang positif lebih condong ke pengertian yang diajukan oleh Kamus Hukum Black.

Instrumen internasional hak asasi manusia yang mengatur kebebasan positif adalah Kovenan Hak Sipil dan Politik. Pasal 2 (3) dari Kovenan tersebut berbunyi;
setiap negara anggota Kovenan ini berjanji:
a) Menjamin bahwa setiap orang yang hak-hak atau kebebasannya diakui dalam Kovenan ini dilanggar, harus memperoleh upaya pemulihan yang efektif, walaupun pelanggaran tersebut dilakukan oleh orang-orang yang bertindak dalam kapasitas resmi;
b) Menjamin, bahwa setiap orang yang menuntut upaya pemulihan tersebut harus ditentukan hak-haknya itu oleh lembaga peradilan, administratif, atau legislatif yang berwenang, atau oleh lembaga berwenang lainnya yang diatur oleh sistem hukum negara tersebut, dan untuk mengembangkan segala kemungkinan upaya penyelesaian peradilan;
c) Menjamin, bahwa lembaga yang berwenang tersebut harus melaksanakan penyelesaian hukum apabila dikabulkan.

Pasal tersebut secara implisit menjamin kebebasan yang positif karena mewajibkan negara anggota untuk menyediakan ‘perbaikan’ bagi seseorang yang hak-haknya telah dilanggar. Pasal tersebut menjadi sumber hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban negara untuk melindungi dan menjamin hak asasi manusia setiap orang yang ada di wilayah hukumnya. Hal ini dikarenakan pasal tersebut memberikan seperangkat peraturan yang harus dilakukan oleh negara ketika implementasi hak asasi manusia didalam wilayah hukumnya telah dilanggar. Pasal ini juga menyediakan ruang bagi individu-individu yang dilanggar hak dan kebebasannya untuk menuntut upaya pemulihan hukum dari pemerintah.

Negara, didalam konteks ini bebas melakukan semua jenis kebijakannya selama tidak melanggar hak dan kebebasan warga negaranya. Ketika kebijakan tersebut melanggar, maka negara berdasarkan aturan yang ada di pasal 2 (3) Kovenan berkewajiban untuk menyediakan seperangkat kebijakan lainnya untuk memulihkan pelanggaran tersebut.

Majelis Umum PBB melalui resolusi-resolusinya juga menekankan bahwa pemerintah dari negara-negara anggota PBB harus melindungi hak asasi manusia dan hak-hak fundamental lainnya. Selain itu, pemerintah juga harus mempromosikan hak-hak tersebut dan menjaga kewajiban negara melalui langkah-langkah hukum yang menjamin hak yang diatur di dalam instrumen-instrumen tentang hak asasi manusia. Himbauan dari Majelis Umum kepada negara-negara untuk ‘menjamin’ hak yang diatur didalam instrumen internasional hak asasi manusia adalah sebuah sumber hukum yang mengatur hak dan kewajiban negara.

Resolusi ini harus dipahami tidak saja sebagai himbauan yang mewajibkan negara-negara melainkan juga harus dipahami sebagai pengejawantahan dari isi-isi ketentuan dari DUHAM. Oleh sebab itu, ada hubungan yang erat antara ketentuan hukum yang diatur didalam Kovenan dan Deklarasi. Hal ini dikarenakan, Komite HAM dan Majelis Umum sebagai dua badan yang berwenang memberikan penafsiran dan melaksanakan mempunyai pemahaman yang sama tentang kewajiban negara didalam melaksanakan hak asasi manusia.

Oleh karena itu, ketentuan hukum dari instrumen internasional dan penafsiran dari badan-badan yang berwenang terdiri dari peraturan-peraturan yang menentukan seseorang untuk melakukan sesuatu hal atau menjadi seperti yang dia inginkan. Kebebasan dalam bentuknya yang positif menekankan ‘konsep kebebasan’ sebagai sebuah ‘bentuk kebebasan yang menentukan’ seseorang untuk bisa mengatur bentuk-bentuk kehidupan manusia yang diinginkannya. Contohnya, sebuah produk perundang-undangan, kebijakan pemerintah, moralitas atau nilai-nilai yang mengatur tentang jenis-jenis tindakan yang bisa dilakukan oleh seseorang digolongkan sebagai sebuah sumber hukum yang berisi unsur kebebasan positif.

Sedangkan kebebasan dalam bentuknya yang negatif terdiri dari unsur ‘bebas untuk’ melakukan semua hal yang bisa membuat seseorang menjadi ‘manusia yang bebas.’ Hukum, moralitas atau nilai-nilai sosial yang mengatur tentang dilarangnya semua jenis intervensi mengandung unsur kebebasan negatif. Aturan-aturan tersebut melindungi hak seseorang untuk bebas dari semua bentuk intervensi yang dapat mengganggu kebebasannya. Misalnya, aturan hukum yang melarang intervensi negara yang bisa mengganggu kebebasan individu-individu didalam jurisdiksinya. Berdasarkan konsep kebebasan negatif ini, kebebasan setiap individu untuk menjadi atau melakukan apa yang mereka inginkan harus dilindungi dan dijamin oleh negara. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah untuk menjamin hak tersebut adalah melalui perundang-undangan. Selain itu, perlindungan hukum tersebut harus dibuktikan dengan tindakan nyata pemerintah berupa kebijakan-kebijakan negara yang ditujukan untuk menegakan hukum.

Kebebasan dalam bentuknya yang negatif juga bisa dilihat dari Komentar Umum Komite HAM lainnya yang menyatakan bahwa negara-negara anggota harus menahan diri untuk melakukan pelanggaran terhadap hak-hak yang diatur didalam kovenan. Pembatasan-pembatasan dalam bentuk apapun oleh negara yang bisa mengakibatkan terganggunya hak asasi yang diakui oleh Kovenan tidak dibenarkan oleh hukum. Hal ini dikarenakan sifat dan ruang lingkup hak asasi manusia adalah universal, melintasi batas-batas norma-norma yang ada di masyarakat seperti tradisi, agama dan budaya. Oleh karena itu, negara-negara anggota harus memberikan kebebasan secara penuh kepada warga negaranya atau warga negara asing yang berdomisili di wilayah kedaulatannya untuk menikmati hak-hak fundamental dan hak-hak lainnya seperti yang diatur didalam instrumen internasional tentang hak asasi manusia.

Kesimpulannya, dua jenis kebebasan tersebut menekankan pada ‘kebebasan individu.’ Setiap individu bebas untuk bisa melakukan semua hal atau menjadi apapun yang dia inginkan. Pemberian kebebasan terhadap individu ini adalah ‘ciri khas’ dari hak asasi manusia yang diatur didalam instrumen-instrumen international. Hal ini bisa dilihat dari Komentar Umum Komite HAM PBB yang mengatakan bahwa kewajiban hukum yang diatur didalam pasal 2 (1) dari Kovenan tersebut mengandung kebebasan yang negatif dan positif. Pasal tersebut berbunyi;
[s]etiap negara anggota Kovenan ini berjanji untuk menghormati dan menjamin hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini bagi semua orang yang berada didalam wilayahnya dan tunduk pada wilayah hukumnya, tanpa pembedaan apapun seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status lainnya.

Berkenaan dengan kebebasan dalam bentuk yang positif, pasal tersebut mengharuskan negara anggota Kovenan untuk ‘berjanji’ didalam menjamin hak dan kebebasan yang diatur didalam Kovenan. Klausul ‘berjanji’ didalam terminologi hukum adalah negara harus tunduk kepada ketentuan yang ada didalam sebuah perundang-undangan yang mengikatnya. Artinya, negara yang meratifikasi Kovenan ini diwajibkan untuk menjaga dan memberikan hak dan kebebasan semua individu-individu yang ada didalam wilayah hukumnya.

Kata ‘menjamin’ adalah sebuah bentuk perintah hukum dari Kovenan kepada negara-negara anggota untuk melaksanakan semua hak dan kebebasan yang diatur didalam Kovenan dengan memperhatikan prinsip non diskriminasi. Kata ‘menjamin’ didalam terminologi hukum tidak saja terbatas pada perlindungan aparatur negara terhadap individu-individu melainkan juga harus dijamin didalam perundang-undangan. Dua jenis jaminan tersebut harus berjalan beriringan karena ketika salah satu tidak ada maka ‘jaminan’ tersebut tidak akan terlaksana. Misalnya, sebuah perundang-undangan yang menjamin hak kebebasan beragama harus disertai dengan perlindungan aparatur negara kepada setiap individu yang memeluk agama dan memanifestasikan kepercayaan mereka.

Sedangkan mengenai kebebasan dalam bentuk yang negatif, pasal ini mewajibkan negara untuk menghargai dan menghormati hak asasi manusia di wilayah kedaulatannya, bukan saja untuk warga negaranya melainkan juga terhadap warga negara asing yang ada didalam jurisdiksi kedaulatan negaranya. Jika kebebasan dalam bentuk yang positif lebih menekankan pada peran aktif pemerintah didalam menjamin hak dan kebebasan individu melalui perundang-undangan dan tindakan nyata, kebebasan dalam bentuknya yang negatif lebih menekankan pada ‘ketidak adanya’ intervensi pemerintah terhadap hak dan kebebasan individu. Negara harus bisa menahan diri untuk tidak mencampuri kebebasan individu yang telah diatur didalam Kovenan. Salah satu sebabnya adalah hak dan kebebasan tersebut merupakan manifestasi dari hukum alam atau memuat unsur-unsur jus cogens yang sudah senyatanya dimiliki oleh setiap individu.

Kata menghargai dan menghormati sebenarnya memposisikan negara dibawah individu. Negara harus bisa menjadi pelayan sekaligus sebagai pihak keamanan yang harus melayani kebebasan dan hak individu-individu didalamnya selama hak dan kebebasan itu tidak melanggar prinsip diskriminasi yang ada didalam hak asasi manusia. Kekuasaan negara yang diletakan berada dibawah kekuasaan individu tersebut dimaksudkan agar kekuasaan yang sifat dasarnya adalah otoriter tidak bisa mengintervensi hak-hak dan kebebasan individu-individu didalamnya.

Didalam memberikan hak asasi manusia, negara juga harus memperhatikan karakter dasar hak asasi manusia dan status manusia sebagai dua prasyarat untuk mendapatkan hak asasi manusia. Dua prasyarat tersebut utama terebut saling terkait dan tidak bisa dipisahkan didalam kerangka penegakan hak asasi manusia. Artinya, ketika status manusia sebagai makhluk yang bermartabat dihargai dan dihormati, maka seseorang telah memiliki hak asasi manusia. Begitu juga sebaliknya jika manusia telah memiliki hak asasi manusia, maka martabatnya telah dihormati dan dihargai. Dalam arti lain, tidak menghargai martabat manusia sama halnya telah melanggar hak asasi manusia orang tersebut.

Menghargai atau menghormati manusia bisa dalam berbagai bentuk. Seperti misalnya tidak melarang hak individu-individu untuk berbicara, tidak menghukum mereka sebelum proses pengadilan, tidak mendiskriminasi seseorang karena perbedaan latar belakang dan sebab-sebab lainnya. Memberikan hak dan kebebasan kepada orang lain selama tidak bertentangan dengan kepentingan umum adalah sebuah bentuk pemberian kebebasan yang negatif. Oleh karena itu, hak untuk tidak dihukum sebelum pembuktian pengadilan, hak untuk berbicara, dan hak untuk mendapatkan perlakukan yang tidak diskriminatif bisa dikategorikan kedalam hak-hak negatif.

Senin, 05 Mei 2014

Jika engkau mencintainya, 
engkau akan juga menerima masa lalunya, 
sebagaimana engkau tak akan berbahagia 
jika engkau tak berdamai dengan masa lalumu.

Duduk di sebelahmu
membuatku berbahagia
dan sedih secara bersamaan karena aku tahu
aku tak akan pernah memilikimu.

Hidupmu terlalu penting dan singkat u
ntuk kau habiskan membenci seseorang.
Pilihlah untuk berbahagia.
Just move on!

Tujuan dari cinta adalah membahagiakanmu.
Aku mungkin tak tahu banyak,
tapi aku tahu aku mencintaimu.
Dan itu lebih dari cukup.